| Domestic cat | |
|---|---|
| Conservation status | |
Domesticated | |
| Scientific classification | |
| Kingdom: | Animalia |
| Phylum: | Chordata |
| Class: | Mammalia |
| Order: | Carnivora |
| Family: | Felidae |
| Genus: | Felis |
| Species: | F. catus |
| Binomial name | |
| Felis catus Linnaeus, 1758 | |
| Synonyms | |
| Felis catus domestica (invalid junior synonym) Felis silvestris catus | |
Sabtu, 13 November 2010
Domestic cat
Kucing, jenis mammalian yang memiliki nama latin felix silvestris catus ini telah menjadi sahabat manusia sejak ribuan tahun yang lalu. Tingkah laku nya yang manja dan menggemaskan telah mendapat tempat dihati banyak orang.
Mitos disekitar keberadaan Kucing Banyak mitos yang bertebaran disetiap kehidupan kucing mulai dari memiliki 9 nyawa hingga sebagai jelmaan dewa. Seperti yan terjadi pada masa dinasti Fir’aun 3000 tahun yang lalu, kucing amat dipuja karena dianggap sebagai titisan dewa. Lain di Mesir lain pula di Eropa, di dataran ini kucing dianggap sebagai sihir setan atau pembawa bencana. Tak pelak lagi, pada masa abad kegelapan terjadi pemusnahan besar-besaran terhadap hewan lucu ini, hingga menyebar ke Afrika Utara. Padahal, wabah yang oleh masyarakat saat itu dianggap sebagai kutukan adalah jenis penyakit pes yang diakibatkan oleh meledaknya populasi tikus dan penurunan populasi kucing sebagai predator.
Mitos disekitar keberadaan Kucing Banyak mitos yang bertebaran disetiap kehidupan kucing mulai dari memiliki 9 nyawa hingga sebagai jelmaan dewa. Seperti yan terjadi pada masa dinasti Fir’aun 3000 tahun yang lalu, kucing amat dipuja karena dianggap sebagai titisan dewa. Lain di Mesir lain pula di Eropa, di dataran ini kucing dianggap sebagai sihir setan atau pembawa bencana. Tak pelak lagi, pada masa abad kegelapan terjadi pemusnahan besar-besaran terhadap hewan lucu ini, hingga menyebar ke Afrika Utara. Padahal, wabah yang oleh masyarakat saat itu dianggap sebagai kutukan adalah jenis penyakit pes yang diakibatkan oleh meledaknya populasi tikus dan penurunan populasi kucing sebagai predator.
Kucing, jenis mammalian yang memiliki nama latin felix silvestris catus ini telah menjadi sahabat manusia sejak ribuan tahun yang lalu. Tingkah laku nya yang manja dan menggemaskan telah mendapat tempat dihati banyak orang.
Mitos disekitar keberadaan Kucing Banyak mitos yang bertebaran disetiap kehidupan kucing mulai dari memiliki 9 nyawa hingga sebagai jelmaan dewa. Seperti yan terjadi pada masa dinasti Fir’aun 3000 tahun yang lalu, kucing amat dipuja karena dianggap sebagai titisan dewa. Lain di Mesir lain pula di Eropa, di dataran ini kucing dianggap sebagai sihir setan atau pembawa bencana. Tak pelak lagi, pada masa abad kegelapan terjadi pemusnahan besar-besaran terhadap hewan lucu ini, hingga menyebar ke Afrika Utara. Padahal, wabah yang oleh masyarakat saat itu dianggap sebagai kutukan adalah jenis penyakit pes yang diakibatkan oleh meledaknya populasi tikus dan penurunan populasi kucing sebagai predator.
Mitos disekitar keberadaan Kucing Banyak mitos yang bertebaran disetiap kehidupan kucing mulai dari memiliki 9 nyawa hingga sebagai jelmaan dewa. Seperti yan terjadi pada masa dinasti Fir’aun 3000 tahun yang lalu, kucing amat dipuja karena dianggap sebagai titisan dewa. Lain di Mesir lain pula di Eropa, di dataran ini kucing dianggap sebagai sihir setan atau pembawa bencana. Tak pelak lagi, pada masa abad kegelapan terjadi pemusnahan besar-besaran terhadap hewan lucu ini, hingga menyebar ke Afrika Utara. Padahal, wabah yang oleh masyarakat saat itu dianggap sebagai kutukan adalah jenis penyakit pes yang diakibatkan oleh meledaknya populasi tikus dan penurunan populasi kucing sebagai predator.
Cerita Nabi Muhammad SAW dan Kucingnya
Didalam perkembangan peradaban islam, kucing hadir sebagai teman sejati dalam setiap nafas dan gerak geliat perkembangan islam.
Diceritakan dalam suatu kisah, Nabi Muhammad SAW memiliki seekor kucing yang diberi nama Mueeza. Suatu saat, dikala nabi hendak mengambil jubahnya, di temuinya Mueeza sedang terlelap tidur dengan santai diatas jubahnya. Tak ingin mengganggu hewan kesayangannya itu, nabi pun memotong belahan lengan yang ditiduri Mueeza dari jubahnya. Ketika Nabi kembali ke rumah, Muezza terbangun dan merunduk sujud kepada majikannya. Sebagai balasan, nabi menyatakan kasih sayangnya dengan mengelus lembut ke badan mungil kucing itu sebanyak 3 kali.
Dalam aktivitas lain, setiap kali Nabi menerima tamu di rumahnya, nabi selalu menggendong mueeza dan di taruh dipahanya. Salah satu sifat Mueeza yang nabi sukai ialah ia selalu mengeong ketika mendengar azan, dan seolah-olah suaranya terdengar seperti mengikuti lantunan suara adzan.
Kepada para sahabatnya, nabi berpesan untuk menyayangi kucing peliharaan, layaknya menyanyangi keluarga sendiri.
Hukuman bagi mereka yang menyakiti hewan lucu ini sangatlah serius, dalam sebuah hadist shahih Al Bukhori, dikisahkan tentang seorang wanita yang tidak pernah memberi makan kucingnya, dan tidak pula melepas kucingnya untuk mencari makan sendiri, Nabi SAW pun menjelaskan bahwa hukuman bagi wanita ini adalah siksa neraka.
Tak hanya nabi, istri nabi sendiri, Aisyah binti Abu Bakar Ash Shiddiq pun amat menyukai kucing, dan merasa amat kehilangan dikala ditinggal pergi oleh si kucing. Seorang sahabat yang juga ahli hadist, Abdurrahman bin Sakhr Al Azdi diberi julukan Abu Hurairah (bapak para kucing jantan), karena kegemarannya dalam merawat dan memelihara berbagai kucing jantan dirumahnya.
Penghormatan para tokoh islam terhadap kucing pasca wafatnya Nabi SAW.
Dalam buku yang berjudul Cats of Cairo, pada masa dinasti mamluk, baybars al zahir, seorang sultan yang juga pahlawan garis depan dalam perang salib sengaja membangun taman-taman khusus bagi kucing dan menyediakan berbagai jenis makanan didalamnya. Tradisi ini telah menjadi adat istiadat di berbagai kota-kota besar negara islam. Hingga saat ini, mulai dari damaskus, istanbul hingga kairo, masih bisa kita jumpai kucing-kucing yang berkeliaran di pojok-pojok masjid tua dengan berbagai macam makanan yang disediakan oleh penduduk setempat.
Pengaruh Kucing dalam Seni Islam.
Pada abad 13, sebagai manifestasi penghargaan masyarakat islam, rupa kucing dijadikan sebagai ukiran cincin para khalifah, termasuk porselen, patung hingga mata uang. Bahkan di dunia sastra, para penyair tak ragu untuk membuat syair bagi kucing peliharaannya yang telah berjasa melindungi buku-buku mereka dari gigitan tikus dan serangga lainnya.
Didalam perkembangan peradaban islam, kucing hadir sebagai teman sejati dalam setiap nafas dan gerak geliat perkembangan islam. Diceritakan dalam suatu kisah, Nabi Muhammad SAW memiliki seekor kucing yang diberi nama Mueeza. Suatu saat, dikala nabi hendak mengambil jubahnya, di temuinya Mueeza sedang terlelap tidur dengan santai diatas jubahnya. Tak ingin mengganggu hewan kesayangannya itu, nabi pun memotong belahan lengan yang ditiduri Mueeza dari jubahnya. Ketika Nabi kembali ke rumah, Muezza terbangun dan merunduk sujud kepada majikannya. Sebagai balasan, nabi menyatakan kasih sayangnya dengan mengelus lembut ke badan mungil kucing itu sebanyak 3 kali. Dalam aktivitas lain, setiap kali Nabi menerima tamu di rumahnya, nabi selalu menggendong mueeza dan di taruh dipahanya. Salah satu sifat Mueeza yang nabi sukai ialah ia selalu mengeong ketika mendengar azan, dan seolah-olah suaranya terdengar seperti mengikuti lantunan suara adzan. Kepada para sahabatnya, nabi berpesan untuk menyayangi kucing peliharaan, layaknya menyanyangi keluarga sendiri. Hukuman bagi mereka yang menyakiti hewan lucu ini sangatlah serius, dalam sebuah hadist shahih Al Bukhori, dikisahkan tentang seorang wanita yang tidak pernah memberi makan kucingnya, dan tidak pula melepas kucingnya untuk mencari makan sendiri, Nabi SAW pun menjelaskan bahwa hukuman bagi wanita ini adalah siksa neraka. Tak hanya nabi, istri nabi sendiri, Aisyah binti Abu Bakar Ash Shiddiq pun amat menyukai kucing, dan merasa amat kehilangan dikala ditinggal pergi oleh si kucing. Seorang sahabat yang juga ahli hadist, Abdurrahman bin Sakhr Al Azdi diberi julukan Abu Hurairah (bapak para kucing jantan), karena kegemarannya dalam merawat dan memelihara berbagai kucing jantan dirumahnya. Penghormatan para tokoh islam terhadap kucing pasca wafatnya Nabi SAW. Dalam buku yang berjudul Cats of Cairo, pada masa dinasti mamluk, baybars al zahir, seorang sultan yang juga pahlawan garis depan dalam perang salib sengaja membangun taman-taman khusus bagi kucing dan menyediakan berbagai jenis makanan didalamnya. Tradisi ini telah menjadi adat istiadat di berbagai kota-kota besar negara islam. Hingga saat ini, mulai dari damaskus, istanbul hingga kairo, masih bisa kita jumpai kucing-kucing yang berkeliaran di pojok-pojok masjid tua dengan berbagai macam makanan yang disediakan oleh penduduk setempat. Pengaruh Kucing dalam Seni Islam. Pada abad 13, sebagai manifestasi penghargaan masyarakat islam, rupa kucing dijadikan sebagai ukiran cincin para khalifah, termasuk porselen, patung hingga mata uang. Bahkan di dunia sastra, para penyair tak ragu untuk membuat syair bagi kucing peliharaannya yang telah berjasa melindungi buku-buku mereka dari gigitan tikus dan serangga lainnya.
Kucing Cacat Jadi Selebritis Internet
Jakarta - Seekor kucing cacat bin ajaib bertelinga 4 menjadi sangat populer di internet. Berawal dari pemiliknya yang meng-upload peliharaannya yang bernamakan Yoda tersebut di internet, kini sang kucing menjadi headline di berbagai surat kabar top.
Semuanya berawal sejak di upload nya foto Yoda di layanan foto sharing Flickr. Hal tersebut dilakukan oleh Glenn Olsen, anak keluarga Olsen yang merupakan pemilik pertama kucing berteling empat tersebut sebelum Yoda diadopsi keluarga Rocks.
Foto yang diupload di Flickr tersebut mengusik sebuah agensi foto di Inggris, Barcroft Media. Mereka membeli foto tersebut dan menjualnya ke berbagai tabloid di Inggris. Alhasil, Yoda menjadi sorotan banyak orang dan mengusik para blogger untuk menceritakan kucing ajaib ini.
Ratusan blogger yang posting tersebut akhirnya mengusik media internet untuk membahas lebih lanjut. Populernya Yoda di internet membawa Yoda dan keluarga Olsen menjadi topik bahasan di media ngetop seperti Fox News, Good Morning America dan The Tyra Banks show.
Pencarian tentang kucing bertelinga 4 ini juga menjadi populer di beberapa situs mesin cari.
Yoda yang sudah diadopsi oleh keluarga Rocks dan keluarga Olsen, akhirnya menjadi sebuah sensasi.
"Ini luar biasa sekali, sudah beberapa hari ini telepon kami berbunyi terus menerus," ujar Ted dan Valerie Rock, sang pemilik Yoda. "Kami tidak menyangka Yoda menjadi sebuah sensasi di internet," tandas Olsen seperti dikutip detikINET dari Chicago Tribune, Senin (25/8/2008).
Awalnya, Yoda adalah seekor kucing rumahan biasa yang memang memiliki keunikan yaitu berteling 4. Kini, panggilan wawancara keluarga Rocks serta kilatan cahaya kamera menghujani Yoda.
Karena takut Yoda diculik, keluarga Rocks akhirnya harus menanamkan sebuah mikrochip di salah satu telinga Yoda agar gerak-geriknya terpantau.
Label:
Annisa M. Zakir - detikinet
Jakarta - Seekor kucing cacat bin ajaib bertelinga 4 menjadi sangat populer di internet. Berawal dari pemiliknya yang meng-upload peliharaannya yang bernamakan Yoda tersebut di internet, kini sang kucing menjadi headline di berbagai surat kabar top. Semuanya berawal sejak di upload nya foto Yoda di layanan foto sharing Flickr. Hal tersebut dilakukan oleh Glenn Olsen, anak keluarga Olsen yang merupakan pemilik pertama kucing berteling empat tersebut sebelum Yoda diadopsi keluarga Rocks. Foto yang diupload di Flickr tersebut mengusik sebuah agensi foto di Inggris, Barcroft Media. Mereka membeli foto tersebut dan menjualnya ke berbagai tabloid di Inggris. Alhasil, Yoda menjadi sorotan banyak orang dan mengusik para blogger untuk menceritakan kucing ajaib ini. Ratusan blogger yang posting tersebut akhirnya mengusik media internet untuk membahas lebih lanjut. Populernya Yoda di internet membawa Yoda dan keluarga Olsen menjadi topik bahasan di media ngetop seperti Fox News, Good Morning America dan The Tyra Banks show. Pencarian tentang kucing bertelinga 4 ini juga menjadi populer di beberapa situs mesin cari. Yoda yang sudah diadopsi oleh keluarga Rocks dan keluarga Olsen, akhirnya menjadi sebuah sensasi. "Ini luar biasa sekali, sudah beberapa hari ini telepon kami berbunyi terus menerus," ujar Ted dan Valerie Rock, sang pemilik Yoda. "Kami tidak menyangka Yoda menjadi sebuah sensasi di internet," tandas Olsen seperti dikutip detikINET dari Chicago Tribune, Senin (25/8/2008). Awalnya, Yoda adalah seekor kucing rumahan biasa yang memang memiliki keunikan yaitu berteling 4. Kini, panggilan wawancara keluarga Rocks serta kilatan cahaya kamera menghujani Yoda. Karena takut Yoda diculik, keluarga Rocks akhirnya harus menanamkan sebuah mikrochip di salah satu telinga Yoda agar gerak-geriknya terpantau.
Langganan:
Postingan (Atom)




